—a Polaris Musim Dingin after story. “Akari-san!” Perempuan yang baru saja memanggil namaku bergegas menghampiri. Roda koper putihnya berderak melintasi aspal yang tidak rata. Belum ada setahun sejak terakhir kami berjumpa, tapi rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat Nishijima Misaki. “Maaf, kau sudah lama menunggu?” sambutku sambil membantunya menggeret koper ke sisi lain jalan.…
—a Polaris Musim Dingin after story. “Jadi, kau memutuskan untuk berhenti?” Ryuji terkekeh, kemudian terdiam untuk beberapa saat sampai aku memeriksa ponselku untuk memastikan kami masih tersambung. Dia baru kembali bersuara ketika aku memanggil namanya kembali. “Iya. Lucu juga, ya? Kukira setelah aku mendapatkan pekerjaan, aku akan bekerja di sini untuk waktu yang sangat lama,”…
—a Polaris Musim Dingin after story. “Akari?” Aku menoleh ke arah Kyouhei, yang baru saja selesai memasukkan piring-piring ke dalam lemari. Dia berdiri termenung di sana, membelakangiku. Aku pun berhenti menyapu lantai Shirokuma Bistro dan menghampirinya dengan penasaran.
Halo. Jujur, aneh rasanya membuka blog ini lagi setelah sekian lama vakum posting. Bagaimana tidak? Terakhir kali ada tanda-tanda kehidupan di blog ini, ya sekitar setahun yang lalu. Kalau ditanya apakah masih ada pembaca yang mau membaca ocehanku di sini, aku juga kayaknya nggak bisa jawab. Tahun sudah berganti, dan berhubung banyak banget teman-teman pembaca…
Belakangan ini, saya lagi nggak mood nulis. Kalau ditanya kenapa, alasannya banyak: kerjaan yang menggunung, baju kotor yang menunggu dicuci, bahan makanan yang menanti dimasak. Kalau saya diberi waktu untuk menjelaskan kenapa saya nggak mood nulis, saya rasa saya bisa menghabiskan setengah jam sendiri untuk mencoba menjelaskannya. Tapi, terlepas dari jawaban yang keluar dari mulut…
Hari itu hujan turun dengan deras. Seperti hari-hari lainnya ketika kota Jakarta diguyur hujan, orang-orang mulai sibuk memikirkan bagaimana cara mereka pulang. Bagi yang rumahnya jauh, mungkin mereka akan mengkhawatirkan jalanan yang ramai. Bagi yang rumahnya dekat dengan kantor sekalipun, hujan bukanlah sesuatu yang menyenangkan.
Hello everyone! This excerpt is something I wrote back in 2015, but have been neglecting ever since. Part of the reason was that I didn’t know where to take the story; I didn’t think of the premise or concept when I started writing it. Unfortunately, the gullible practice turned out to be so interesting and…
Hello everyone! I’m delighted to bring news that my upcoming book, UNSPOKEN WORDS, has an official giveaway going on. The giveaway period would be from December 22, 2018 to December 29, 2018. Go visit the giveaway page on Goodreads to enter. You only have to input your shipping information to enter, so don’t miss the…
This is it, guys. My second novel, UNSPOKEN WORDS, will be available on bookstores starting January 2nd, 2018. If you haven’t already, you could check out the Goodreads page to read the synopsis. If you’re interested in the creation process of the book, you can check out my previous blog post about how UNSPOKEN WORDS came…
Pagi kemarin, saya terbangun dengan mata yang masih mengantuk. Mungkin sebenarnya ini bukan sesuatu yang aneh atau janggal, karena toh, pada dasarnya saya memang bukan seseorang yang biasa bangun pagi hari. Bekerja pada sebuah perusahaan swasta yang menuntut saya bangun pagi setiap harinya sama sekali tidak membuat saya terbiasa dengan kegiatan bangun tidur sebelum matahari…