—a Polaris Musim Dingin after story. “Akari-san!” Perempuan yang baru saja memanggil namaku bergegas menghampiri. Roda koper putihnya berderak melintasi aspal yang tidak rata. Belum ada setahun sejak terakhir kami berjumpa, tapi rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat Nishijima Misaki. “Maaf, kau sudah lama menunggu?” sambutku sambil membantunya menggeret koper ke sisi lain jalan.…
—a Polaris Musim Dingin after story. “Jadi, kau memutuskan untuk berhenti?” Ryuji terkekeh, kemudian terdiam untuk beberapa saat sampai aku memeriksa ponselku untuk memastikan kami masih tersambung. Dia baru kembali bersuara ketika aku memanggil namanya kembali. “Iya. Lucu juga, ya? Kukira setelah aku mendapatkan pekerjaan, aku akan bekerja di sini untuk waktu yang sangat lama,”…
—a Polaris Musim Dingin after story. “Akari?” Aku menoleh ke arah Kyouhei, yang baru saja selesai memasukkan piring-piring ke dalam lemari. Dia berdiri termenung di sana, membelakangiku. Aku pun berhenti menyapu lantai Shirokuma Bistro dan menghampirinya dengan penasaran.
Hari itu hujan turun dengan deras. Seperti hari-hari lainnya ketika kota Jakarta diguyur hujan, orang-orang mulai sibuk memikirkan bagaimana cara mereka pulang. Bagi yang rumahnya jauh, mungkin mereka akan mengkhawatirkan jalanan yang ramai. Bagi yang rumahnya dekat dengan kantor sekalipun, hujan bukanlah sesuatu yang menyenangkan.
Hello everyone! This excerpt is something I wrote back in 2015, but have been neglecting ever since. Part of the reason was that I didn’t know where to take the story; I didn’t think of the premise or concept when I started writing it. Unfortunately, the gullible practice turned out to be so interesting and…
I remember you said that you liked the decorative pins on my hair. You told me I looked beautiful in that teal colored one-piece dress, and that putting on makeup made me much more vibrant; much more alive. I remember taking off the decorative pins, tearing away the dress, wiped off the makeup, and…
MAYBE EVERYTHING (2017) 🔸By: Alicia Lidwina🔸 .