The other day, I watched “How to Make Millions Before Grandma Dies” with my friends. What started as a simple after-office outing turned into a hot mess of us crying in the cinema, and understandably so. Now, I don’t want to risk spoiling the movie, and this post is not about how good the movie…
—a Polaris Musim Dingin after story. “Akari-san!” Perempuan yang baru saja memanggil namaku bergegas menghampiri. Roda koper putihnya berderak melintasi aspal yang tidak rata. Belum ada setahun sejak terakhir kami berjumpa, tapi rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat Nishijima Misaki. “Maaf, kau sudah lama menunggu?” sambutku sambil membantunya menggeret koper ke sisi lain jalan.…
—a Polaris Musim Dingin after story. “Jadi, kau memutuskan untuk berhenti?” Ryuji terkekeh, kemudian terdiam untuk beberapa saat sampai aku memeriksa ponselku untuk memastikan kami masih tersambung. Dia baru kembali bersuara ketika aku memanggil namanya kembali. “Iya. Lucu juga, ya? Kukira setelah aku mendapatkan pekerjaan, aku akan bekerja di sini untuk waktu yang sangat lama,”…
It certainly feels like forever since I am sat face-to-face with a blank screen, ready to write. Gone were the days when I could just open a writing prompt every Saturday and jot away on my notebook to write short proses for my readers. And the saddest part is, I am well aware how writing…
—a Polaris Musim Dingin after story. “Akari?” Aku menoleh ke arah Kyouhei, yang baru saja selesai memasukkan piring-piring ke dalam lemari. Dia berdiri termenung di sana, membelakangiku. Aku pun berhenti menyapu lantai Shirokuma Bistro dan menghampirinya dengan penasaran.
Halo. Jujur, aneh rasanya membuka blog ini lagi setelah sekian lama vakum posting. Bagaimana tidak? Terakhir kali ada tanda-tanda kehidupan di blog ini, ya sekitar setahun yang lalu. Kalau ditanya apakah masih ada pembaca yang mau membaca ocehanku di sini, aku juga kayaknya nggak bisa jawab. Tahun sudah berganti, dan berhubung banyak banget teman-teman pembaca…
Belakangan ini, saya lagi nggak mood nulis. Kalau ditanya kenapa, alasannya banyak: kerjaan yang menggunung, baju kotor yang menunggu dicuci, bahan makanan yang menanti dimasak. Kalau saya diberi waktu untuk menjelaskan kenapa saya nggak mood nulis, saya rasa saya bisa menghabiskan setengah jam sendiri untuk mencoba menjelaskannya. Tapi, terlepas dari jawaban yang keluar dari mulut…
Yes, I know, it’s already several days into the year, but I think it’s never too late to come up with your own New Year’s resolution, even if you’re several months late! Here’s the story. After 2020 ended, I read my journal from start to finish, taking note of all the things I aspired to…
To be honest, I never expected my next blog post to be written on the very last day of 2020. I didn’t even plan to write anything a week ago, lest I’ll sound overly dramatic and emotional with all the reminiscence and rewind of everything that happened in 2020. I’ve seen enough posts about it.…