The other day, I watched “How to Make Millions Before Grandma Dies” with my friends. What started as a simple after-office outing turned into a hot mess of us crying in the cinema, and understandably so. Now, I don’t want to risk spoiling the movie, and this post is not about how good the movie…
—a Polaris Musim Dingin after story. “Akari-san!” Perempuan yang baru saja memanggil namaku bergegas menghampiri. Roda koper putihnya berderak melintasi aspal yang tidak rata. Belum ada setahun sejak terakhir kami berjumpa, tapi rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat Nishijima Misaki. “Maaf, kau sudah lama menunggu?” sambutku sambil membantunya menggeret koper ke sisi lain jalan.…
—a Polaris Musim Dingin after story. “Jadi, kau memutuskan untuk berhenti?” Ryuji terkekeh, kemudian terdiam untuk beberapa saat sampai aku memeriksa ponselku untuk memastikan kami masih tersambung. Dia baru kembali bersuara ketika aku memanggil namanya kembali. “Iya. Lucu juga, ya? Kukira setelah aku mendapatkan pekerjaan, aku akan bekerja di sini untuk waktu yang sangat lama,”…
It certainly feels like forever since I am sat face-to-face with a blank screen, ready to write. Gone were the days when I could just open a writing prompt every Saturday and jot away on my notebook to write short proses for my readers. And the saddest part is, I am well aware how writing…